Menu

Mode Gelap

Seputar Semarang · 10 Sep 2022 13:10 WIB

Sejarah Wingko Babat Semarang


Sejarah Wingko Babat Semarang Perbesar

Sejarah wingko babat khas Semarang ternyata dimulai dari Lamongan, Jawa Timur. Sepasang suami istri perantauan dari Tiongkok, Loe Soe Siang dan istrinya Djoa Kiet Nio pada tahun 1898 menetap di daerah Babat. Mereka membuat makanan berbahan baku kelapa dan tepung ketan yang dipanggang dan diberi nama wingko.

Usaha jajan pasar mereka banyak digemari orang dan terkenal seantero Lamongan. Kedua anaknya, Loe Lan Ing dan Loe Lan Hwa menjadi pewaris utama resep olahan wingko. Pada tahun 1944 kota Lamongan dilanda huru-hara pada saat penjajah Jepang kalah dalam Perang Dunia II.

Loe Lan Hwa bersama suaminya The Ek Tjong (D Mulyono) menyelamatkan diri ke kota Semarang. Di kota pesisir pantai utara Jawa itulah mereka memproduksi wingko warisan resep orang tuanya. Awalnya mereka menjual wingko ke salah satu kios di stasiun kereta api Tawang. Wingko yang dikemas dalam kertas polos tanpa merk lambat laun dikenal banyak orang dan pelanggan.

D Mulyono yang pada saat itu bekerja di bagian restorasi gerbong kereta api kemudian berinisiatif memberi merk wingko “Cap Spoor” dengan gambar kereta api. Dia terinspirasi dari sampul buku panduan kereta api yang ada di ruang restorasi. Stasiun Tawang menjadi awal usaha wingko babat berkembang menjadi oleh-oleh murah dan simple saat akan berpergian menggunakan kereta api. Mengikuti perkembangan bahasa Indonesia seusai kemerdekaan, merk wingko Cap Spoor diganti Cap Kereta Api.

Lambat laun wingko cap kereta api banyak diproduksi orang lain dengan memanfaatkan popularitas cap kereta api yang legendaris. Loe Lan Hwa pun menambahkan nama D Mulyono d/h Loe Lan Siang (nama ayahnya) pada kertas pembungkusnya dan mendaftarkan merek dagang pada tahun 1958.

Sejak Loe Lan Hwa dan suaminya membuka usaha pada 1946, wingko babat sampai sekarang lebih dikenal sebagai makanan khas Semarang daripada daerah asalnya di Kecamatan Babat, Lamongan. Produsen wingko babat kini juga tersebar di beberapa wilayah di Semarang. Tercatat lebih dari 10 pengusaha wingko babat khas Semarang dengan berbagai merk. Namun wingko Cap Kereta Api tetap yang paling legendaris baik dalam hal cita rasa maupun sejarahnya.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Ganjel Rel Dan Rondo Royal, Makanan Khas Semarang Dengan Nama Unik

13 September 2022 - 09:35 WIB

Everything I Learned About Buzz I Learned From Potus

15 Juli 2021 - 06:48 WIB

How To Handle Every Buzz Challenge With Ease Using These Tips

15 Juli 2021 - 06:38 WIB

8 Buzz Mistakes That Will Cost You $1m Over The Next 10 Years

15 Juli 2021 - 06:33 WIB

The Time Is Running Out! Think About These 8 Ways To Change Your Buzz

15 Juli 2021 - 06:26 WIB

Believing These 8 Myths About Buzz Keeps You From Growing

15 Juli 2021 - 06:21 WIB

Trending di Seputar Semarang